Kamis, 23 Juni 2011

Bacalah Dengan Nama Tuhanmu

Seorang anak berseragam SD berdiri di seberang jalan, sudah lebih dari empatpuluh menit ia berdiri disana. Entah apa yang ditunggunya, ia nampak mulai gelisah.
Jalanan itu tidak terlalu ramai, hanya sepeda dan motor yang lebih banyak lalu-lalang. Tak lama kemudian, di kejauhan muncul sebuah mobil melaju. Setelah mobil itu lewat, bergegas anak itu lari menyeberang.

Sesampai di sekolah ia terlambat, dan kena marah ibu gurunya.
“Samine mengapa kamu terlambat?”
“Saya nunggu mobil bu?”
Gurunya heran, karena tahu persis rumah Samine dekat sekolah, cukup 4 menit jalan kaki.
“Untuk apa nunggu mobil? Apa kamu diantar pake mobil nak?
“Enggak bu.. Kan kata bu Guru kemarin, kalau mau nyebrang harus nunggu mobil lewat dulu!!” jawab Samine membela diri.
Rupanya, ia berdiri lama di sisi jalan menunggu mobil lewat untuk nyebrang. Oowalaaaah Samineee..
“Bukan begitu, maksud ibu kamu harus memperhatikan jalan!!” kata bu guru menjelaskan. Samine mengangguk-angguk seperti paham maksud gurunya.

Siang hari, setelah bubaran sekolah Samine berdiri lagi di sisi jalan, bersiap nyebrang. Setelah ada mobil lewat ia menyeberang sambil memperhatikan jalan di bawahnya. Tiba-tiba “Gubraaaa..aaakkk” Samine ketabrak sepeda. Ia jatuh dan ngompol.

Pengendara sepeda itupun memarahinya: “Samine!! Kenapa nyebrang tidak hati-hati? Lain kali kalau mau nyebrang, lihat kiri-kanan dulu!! Yaa??” Kata si pengendara menasehati. Tanpa menjawab, larilah Samine menghilang ke gang.

Bisakah Anda memperkirakan yang akan dilakukan Samine besok? Bisa jadi Samine hanya tolah-toleh kiri kanan: sreet.. sreet, lalu lari menyeberang. Samineeeeeeeeeeeeee……

Sahabat..
Mungkin kita tidak lagi remaja, bahkan banyak diantara kita yang telah melewati separoh baya. Alangkah bahagianya jika pemahaman kita tentang makna kehidupan bisa meningkat seiring bertambahnya kedewasaan kita.

Namun, ditengah padatnya aktifitas dan sempitnya waktu, kita lebih sering melihat hanya yang terlihat, mendengar hanya yang terdengar. Pikiran menutup diri dari rasa ingin tahu....

Sesungguhnya, jika kita mau memahami setiap kejadian, setiap baris ayat-Nya yang betebaran, tidak terbatas yang tersurat, akan kita dapati makna dan hakikat yang dalam. Insya Allah. Iqro’.. Iqro' bismi-rrobbikaladzi kholaq...

Semoga kita bisa menyisihkan waktu untuk memuaskan dahaga spiritual kita. Amiin.

Salam
Abet