Kamis, 29 Januari 2009

Jin dan Setan

Tidak semua jin adalah setan, dan tidak semua setan adalah jin. Lho kok?
Ibarat Pencuri. Tidak semua manusia adalah pencuri dan tidak semua pencuri adalah manusia, si kancil contohnya.. :-)
Tidak semua jin adalah setan. Jin ada yang ber-iman, ada pula yang kafir – yang tidak percaya adanya Allah yang Maha Esa, tidak mau tunduk kepadaNya dan tidak mau menyembah Allah. Jin yang beriman kepada Allh SWT tentu saja tidak bisa dimasukkan dalam golongan setan.
Tidak semua setan berasal dari golongan bangsa jin, manusia juga ada dan layak disebut sebagai setan sesuai firman Allah dalam surah An-Nas.

Apakah Jin Itu?
Menurut firman Allah, Jin itu adalah makhluk yang diciptakan dari api.
[QS 15:27]. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.

Seperti halnya manusia, Jin adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah untuk beribadah, menyembah Allah.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (Az-zariyat: 56)

Jenis-Jenis Jin
Pada kenyataannya, makhluk yang termasuk dalam golongan jin ini banyak sekali jenis, bentuk dan karakternya. Mereka tersebar mendiami lapis-langit energi yang berbeda-beda, dari lapis langit energi yang pertama hingga yang ke tujuh. Banyak skaleee.. Yang termasuk dalam golongan jin, saya definisikan sbb: Semua makhluk yang ber-basic (default) kesadaran di tubuh energi dan tidak memiliki tubuh materi adalah jin. Untuk gampangnya, dan mengingat keterbatasan pengetahuan saya, saya golongkan mereka ke dalam 5 (golongan) besar, sebagai berikut:
1. Golongan Jinno
2. Golongan Binatang
3. Golongan Siluman
4. Golongan Setan Bening
5. Golongan Setan Kepala Kambing

Jin Golongan Jinno
Jinno, saya sebut demikian, mereka adalah golongan Jin yang sangat umum ditemui dan menampakkan diri. Secara umum, bentuk tubuh dan kepala mereka mirip dengan bentuk tubuh manusia pada umumnya, mereka juga tidak memiliki tanduk. Hanya saja ukuran tubuh mereka sangat bervariasi, ada yang kecil-mungil, hingga yang berukuran raksasa setinggi pohon kelapa. Perbedaan ukuran itu, sepertinya menunjukkan perbedaan ras diantara mereka, walau dalam beberapa kasus, hal tersebut juga merupakan indikasi “kebisaan ilmu” mereka.
Jinno berjenis kelamin jantan dan betina. Adakah yang trans-gender? Mbuh…

Kuntilanak, kalong-wewe, sundel bolong, adalah bentuk penampakan saja. Entah apa alasan mereka dengan “mencitrakan diri” mereka seperti itu. Terkadang, penampakan itu ada hubungannya dengan tujuan dan maksud mereka. Bila kuntilanak ingin menggoda cowok, maka ia akan menampakkan dirinya bak Putri dari negeri dongeng.
Pernah suatu ketika, ada seorang jin perempuan dengan pakaian amburadul dan rambut acak-acakan datang berkunjung ke rumah, lalu saya katakan padanya: “mbok-yaoo.. kalau datang sowan itu penampilannya yang rapi-sopan, wangiii… jangan acak-acakan gettoooh!!!” Eeehh.. rupanya ia mau menuruti permintaan saya .. dan.. tiiiingg!!! Seketika penampilannya berubah menjadi cuantik dan keren ..!!
Kejadian ini menunjukkan bahwa paham “jangan menilai seseorang dari tampilannya doang” juga berlaku didunia Jin… Jin bisa menampakkan diri bak malaikat-malaikat berjubah putih lengkap dengan sayapnya (dalam gambaran imajinasi artist), bisa menampakkan diri seperti leluhur kita lengkap dengan kebisaaannya, bisa menampakkan diri seperti spiritualis, syech, pendeta, dll. Jadi pesan saya: jangan pernah percaya dengan penampakan.. membuat kita terkecoh.. Jin-pun ada yang punya kemampuan untuk menjelma menjadi manusia (dari Im-materi menjadi materi).

Tempat Tinggal Jinno
Mereka hidup dimana-mana, hamper-hampir tidak ada tempat tanpa kehadiran mereka. Ada yang menghuni belahan bumi yang tidak terjamah oleh manusia, ada pula yang hidup bersama dan dilingkungan kita. Bisa satu rumah dengan kita, bahkan ada yang satu-raga dengan kita. Mereka bisa berdiam ditubuh kita, mengalir bersama aliran darah kita, dalam rongga tulang-tulang kita, dst.

Secara Dimensi, mereka umumnya berdiam di-dimensi langit ke satu hingga langit ke-empat. Namun bukan berarti mereka tidak bisa bepergian menembus ke dimensi yang lebih tinggi. Jinno dengan mengolah tubuh energi secara tertentu, baik negative maupun positif, dapat membawa mereka ke dimensi langit energi yang lebih tinggi.


Jin Golongan Binatang
Dalam dunia jin, terdapat pula banyak Jin berjenis binatang, seperti ular, harimau, singa, kalajengking, laba-laba, dll. Mereka mendiami dimensi yang sama dengan golongan Jinno.
Catatan: Golongan binatang ini saya masukkan dalam golongan tersendiri sebab ada dari golongan mereka yang "protes" kok nggak saya tulis golongannya.. ada-ada saja..


Jin Golongan Siluman
Adalah golongan jin yang memiliki bentuk penampilan (penampakan) campuran antara bentuk manusia dan binatang, atau binatang dengan binatang yang lain. Sebagai contoh: ular berkepala manusia, kuda bersayap, manusia berkepala srigala, dll. Dibelahan eropa sana, bentuk silumannya lebih beragam.

Siluman, kebanyakan memilih tempat tinggal (habitat) yang jauh dari keramaian manusia. Secara dimensi, mereka dapat ditemui di dimensi langit ke tiga hingga ke lima. Siluman, pada umumnya memiliki tenaga dan ilmu yang lebih tinggi disbanding Jinno, hal ini agaknya sesuai dengan habitat dimensi langit yang mereka huni.

Seperti halnya Jinno, Siluman ada yang berkelamin Jantan dan Betina.

Jin Golongan Setan Bening
Saya juluki demikian, karena sering saya temui dalam bentuk seperti Gel yang bening. Mereka ini saya kategorikan sebagai setan karena kerjaannya memang selalu mengganggu manusia. Belum ada satupun setan-bening yang saya temui dalam kondisi beriman. Target serangan (gangguan) yang mereka lancarkan kebanyakan adalah pikiran. Mengacaukan pikiran agar tidak berpikir lurus.

Setan bening ini berdiam di langit energi yang ke-empat, dan entah mengapa, nampaknya mereka tidak bisa pergi menembus ke langit yang lebih tinggi.

Jin Golongan Setan Kepala Kambing
Saya juluki demikian karena penampilan mereka ini seragam:
Badan mirip seperti manusia dengan bulu-bulu kasar/kaku
Bentuk tangan seperti tangan manusia namun berkuku tajam,
Bentuk kaki, dari paha hingga telapak serupa dengan kaki kambing
Bentuk Kepala mirip kepala kambing, lengkap dengan tanduk melengkungnya.

Mengapa saya sebut Setan? Karena mereka ini secara “istiqomah” selalu mengganggu manusia, mengajak manusia untuk selalu menyimpang dari jalan Allah. Setan yang benar-benar setan.
Setan Kepala kambing inilah yang “dibelenggu” selama bulan ramadhan, sementara Jinno yang tetap banyak berkeliaran. Diluar bulan ramadhan, Setan Kepala Kambing ini datang silih berganti menggoda manusia.

Yang paling aneh dari golongan kepala kambing ini adalah: mereka seluruhnya berjenis kelamin jantan. Nggak ada yang betina. Terus gimana caranya berkembang biak ya? Apa kayak amoeba yang membelah diri gitu? Mbuah ah..

Setan Kepala Kambing, mendiami dimensi yang paling tinggi yaitu pada langit energi ke lima hingga ke Tujuh. Namun, lebih sering mereka hilir-mudik ke dimensi langit yang lebih rendah dalam “misi” untuk menjerumuskan manusia dan jin. Perlu dimengerti, Jinno juga mendapat gangguan dari setan kepala kambing ini..

Catatan: Sejak tanggal 1 Januari 2007, setan kepala kambing telah masuk dan melekat pada lapisan-lapisan tubuh energi manusia. Ada yang ditempel 1 setan, ada yang 2 setan, ada pula yang tidak ditempel setan.


Persinggungan Jin dan Manusia
Bicara soal persinggungan manusia dan jin, memang cukup akrab dan dekat, hingga tidak perlu di ‘perheran’kan. Walau berbeda dimensi, bukankah mereka mendiami dunia yang sama dengan kita? Bahkan, banyak pula yang sharing (menempati) satu-raga.. Ini yang perlu diperheran.. kok manusianya mau ya? Atau terpaksa mau ya?? Dan repotnya, manusia tidak sadar kalau ada penumpang lain dalam tubuhnya.

Ada aktifitas manusia yang sengaja mengundang jin, ada pula aktifitas yang tidak disengaja mengundang jin namun menarik perhatian mereka. Aktifitas yang jelas mengundang jin contohnya adalah bakar-bakar menyan, sesajen, tumbal, baca-baca mantera dan wirid2 yang memang untuk itu.

Aktifitas yang menarik perhatian jin, sangat banyak ragamnya. Hampir semua aktifitas manusia mulai dari yang asyik-asyik hingga yang kusyuk-kusyuk dapat mengundang jin. Aktifitas yang berhubungan dengan olah energi / bathin / spiritual, seperti: tenaga dalam, reiki, dan prana, sangat menarik perhatian jin, walau itu adalah real olah energi. Bahkan sholatpun menarik perhatian mereka. Tazkiyatun-nafs atau tassawuf pun menarik minat golongan jinny oh jinny ini.

Jangankan kita beraktifitas. Diam sepuluh-ribu bahasa pun sangat mungkin kita didatangi jin. Tidak ada aktifitas yang dijamin 100% bebas dari ‘CAMPUR-TANGAN’ jin (meski sebatas ngintip saja). Jin itu sangat rajin, senang-hati bin sukarela untuk nimbrung. Motivasi nimbrung mereka bermacam-macam: ada yang sekedar pingin tahu kenal, usil, ngrecokin, berniat jahat, menggelincirkan akidah kita, atau sekedar numpang beken, atau ingin jadi pengawal (khodam) yang ngikut kemana-mana, atau hanya ingin silaturahmi, dll. Sangat beragam motivasi dibalik keinginan mereka untuk berdekat-dekat dengan kita.

Aktifitas dzikir mendatangkan jin? Dzikir yang dilakukan dengan benar, oleh orang yang bersih-suci tidak akan mendatangkan jin. Yang terjadi justru sebaliknya, setan kepala kambing pun akan lari terbirit-birit. Tidak akan ada satupun setan yang berani dekat ketika seorang hamba sedang berdzikir berdekatan dengan Allah Tuhannya.


Latihan Tenaga Dalam dan Jin
Sekedar informasi untuk diketahui, Tenaga Dalam (TD) dapat kita gunakan untuk ”memukul” jin. Maka tak heran jika kita belajar TD akan mendapatkan gangguan dari kalangan jin yang tidak suka, sebab TD dapat membahayakan diri mereka.

Tenaga Dalam (TD), sepanjang merupakan tenaga asli fitrah diri kita, sangat berguna untuk dilatih. Walau tidak semua Perguruan TD menggunakan jin, namun unsure kehati-hatian dalam belajar TD mutlak diutamakan dalam memilih ilmu dan perguruannya karena memang ada indikasi perguruan yang menggunakan bantuan jin untuk memperoleh TD atau Jin itu sendiri yang dianggap sebagai ‘tenaga dalam’.

Hati-hatilah dengan inisiasi, induksi dan hal-hal sejenisnya. Pastikan bahwa inisiasi atau induksi dan sebangsanya, adalah benar-benar membuka jalur energi TD, bukan sebaliknya menempelkan entity asing (jin) ke dalam tubuh dan jalur energi tubuh kita.


Reiki / Prana dan Jin
Dari asal kata-nya: Rei berarti alam semesta dan Ki berarti energi. Namun Reiki dalam bahasa dan praktek keseharian adalah sebuah cara memanfaatkan energi alam semesta untuk kesehatan fisik dan psikis, serta tujuan-tujuan “spiritual” lainnya.

Energi Alam Semesta, akan bisa diakses dan dimanfaatkan jika jalur tubuh energi seseorang telah siap (bersih/terbuka). Seperti halnya TD, pembersihan jalur energi tubuh, dapat dilakukan secara swadaya atau dilakukan melalui bantuan orang lain, melalui metode yang dikenal sebagai “attunement”.

Dalam perkembangannya, yang di-klaim sebagai attunement ini, tidak lagi murni pembukaan dan pembersihan jalur, melainkan memasukkan “sekumpulan energi” dengan tujuan untuk membersihkan jalur energi tubuh atau membuka / memperbesar power energi tubuh. Teknik inilah yang perlu diwaspadai, karena dapat menjadi pintu masuk bagi energi negative ke dalam tubuh (energi) kita. Sesungguhnya, pembersihan jalur dan tubuh energi dapat dilakukan tanpa harus memasukkan energi lain yang tidak kita pahami asal-usulnya ke dalam tubuh kita. Secara islami, tanpa bantuan orang lain atau makhluk lain, tubuh dan jalur energi tubuh kita dapat kita bersihkan dengan tuntas dan tanpa efek samping seperti kundalini syndrome. Benar-benar islami, insya Allah akan saya share caranya.

Ada indikasi, attunement yang dilakukan, entah disadari atau tidak oleh pemberi attunement, menggunakan bantuan jinno bahkan setan kepala kambing untuk memperoleh Energi Alam Semesta itu. Yang menyedihkan, Jin itu sendiri yang dianggap sebagai ‘Energi Alam Semesta’.

Namun hendaknya jangan pula digeneralisir, bahwa semua aliran ‘reiki’ menggunakan bantuan jin. Untuk itu, sebelum belajar Reiki (andai Reiki masih menarik minat), saya sarankan untuk mencermati dan menelitinya lebih dulu. Teliti sebelum membeli.

Jika ada kata-kata spiritual guide, ascended master, senjata gaib, anda perlu membuka telinga dan mata hati anda, apakah dan siapakah mereka? Hati-hati pula dengan sistem momment.


Mengapa jin sering nongol?
Jin, baik pengganggu atau yang sekedar ingin tahu, banyak yang mengelilingi kita hamper dalam kegiatan apa saja. Dipesta-pesta, di Mall, dijalanan, dikakus, dirumah kita, dikebon-kebon kosong, bahkan ditempat-tempat ibadah.
Jadi sangat wajar kalau seseorang yang meniti jalan khusus, jalan yang lebih intens untuk ber-taqorubilallah, akan banyak didatangi jin. Tidak aneh ketika kita berdzikir, ketika kita sholat, dll, dll, jin akan nongol. Tujuan yang paling umum adalah untuk menggoda? Menggelincirkan tujuan? Memberikan sensasi-sensasi? Agar tujuan para pencari jalan ini menjadi menyimpang. Salah satu penyimpangan yang fatal dan merupakan dosa besar adalah menjadi musryik. Namun tidak seluruh jin yang nongol adalah pengganggu, mereka ada yang tertarik dengan “cahaya” yang terpancar dari orang yang sedang berdzikir.

Seorang pejalan spiritual, akan lebih hot dan heboh gangguan yang akan dialaminya dibanding yang biasa-biasa saja. Untuk itu ada prinsip yang perlu dipegang dalam meniti jalan tersebut, terlebih bagi yang “belum mantab betul” akidah tauhidnya: Never TALK & Never ASK. Never ever talk to the stranger eh.. dengan jin. Sekali anda membuka percakapan, berarti anda membuka pintu kemudahan untuk menerima gangguan. Dan jangan pernah meminta bantuan kepada mereka, satu kalipun. Kalau mereka membantu kita tanpa bilang-bilang? Ya bukan kesalahan kita.

Mengapa Jin Bisa masuk Ke Dalam Tubuh?
Kesurupan adalah masuknya entity halus lain (baca: jin, setan, dll) kedalam tubuh (raga) seseorang dan mengambil alih kesadaran ybs.

Entity jin dapat masuk ke dalam raga yang berpenghuni, disebabkan Jiwa pemilik raga, kalah ‘kuat’ dibanding si pendatang haram tersebut. Orang yang pernah kesurupan, atau sering kesambet, atau bisa dijadikan medium, adalah orang yang telah punya ‘tempat’ diraga-fisik yang dapat dipakai oleh entity halus. Cilakaknya, ‘tempat’ tersebut dapat dijadikan rumah singgah bagi bangsa halus tersebut. Pengusiran entity halus dari ‘tempat’ tersebut hanyalah sebatas temporary solution. Dalam banyak kasus, akan silih berganti makhluk halus yang menyinggahi ‘tempat’ tersebut.

Untuk meng-enyah-kan ‘tempat’ tersebut secara permanen, sekaligus menjadikan badan raga ini kebal terhadap kesurupan (juga kiriman / santet), musti dilakukan oleh yang empunya raga. Jiwanya musti dibuat lebih kuat, lebih kuat dan bersih bersinar.. agar dapat melindungi jasad raga dari intrusi makhluk lain. Jiwa yang kusam dan gelap, sangat mudah ketempelan bin kesurupan.

Melawan Jin
Syarat pertama adalah kita mengakui Allah Yang Maha Satu, tidak ada tuhan-tuhan lain selain Allah.
Syarat Kedua untuk dapat mengusir (melawan) jin adalah kita harus lebih kuat dari jin tersebut. Dan kekuatan dahsyat kita, justru akan muncul ketika kita mengakui “tidak ada daya dan kekuatanku kecuali semua daya dan kekuatan yang mengalir didalam diri kita ini adalah daya dan kekuatan Allah” - la hawla wala quwwata ilabillah.

Persyaratan utama, benar-benar harus dilaksanakan. Teguhkan iman tauhid, hanya kepada Al Haqq - Allah yang satu, kita berdoa, meminta pertolongan, bertawakal, ikhtiar, dll. Bebaskan diri dari semua unsur musyrik dan syirik sekecil apapun. Bersihkan Jiwa dengan shoum, sholat yang khusuk dan perbanyak dzikir.
Syarat ini sepertinya klise, banyak orang yang menganjurkannya. namun, percayalah, bahwa syarat tersebut adalah syarat yang mutlak dipenuhi.

Jika tidak memenuhi syarat utama tersebut, maka seribukali baca ayat kursi atau ayat yang lainpun tidak bakalan berpengaruh (mempan), bila diri (jiwa) ini kotor atau lebih kotor dari si Jin.
Semakin bersih jiwa ini > semakin dekat dengan Allah > semakin tinggi level power > semakin mudah mengusir jin. Jangan pernah kompromi (menuruti) kemauan (persyaratan) mereka jin.

Meminta Bantuan Orang Lain Untuk Mengusir Jin
Banyak orang (pinter maupun tidak pinter, atau keminter) yang meng-klaim diri, bahwa cara yang dipakainya adalah islami, tidak bertentangan dengan syariat agama. Pesan saya: Jangan langsung percaya, walau dalam ritualnya menggunakan bahasa arab atau bahkan menggunakan ayat-ayat suci sekalipun. Pastikan orang tersebut ber-akidah tauhid yang sebenar-benarnya (dan ini mesti diuji), bila ragu-ragu tinggalkan segera.

Sebaiknya hindari bila:
- Ada kembang (bunga), kemenyan, dll yang intinya adalah sesaji.
- Menggunakan Keris, atau pusaka-pusaka lain.
- Bacaan2 doa yang tidak ’berbau’ tauhid.
- Ritual yang ’aneh-aneh’.

Ritual ruqyah berikut bacaan komplitnya, dapat dilakukan untuk mengusir jin yang bersarang dalam tubuh seseorang maupun suatu tempat. Namun perlu diketahui bahwa keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh tingkat ‘kebersihan’ si peruqyah dibanding level kekuatan si pendatang gelap. Semakin bersih si peruqyah, akan semakin mudah dan cepat jin terusir dari dalam tubuh, bahkan cukup dengan niat saja jin-jin tersebut akan kabur. Apakah setelah di-ruqyah ada jaminan jin tidak akan balik lagi? Tergantung....

Pengaruh Jin terhadap Manusia
Yang jelas, bagi yang tidak biasa adalah menimbulkan perasaan takut, was-was, gundah-gulana. Selain itu yang umum diketahui adalah sbb:
- Membuat suasana gerah /panas.
- Membikin emosi tinggi, libido (nafsu syahwat) naik.
- Membuat perasaan malas (males), badan lemas, ngantuk, pegal-pegal, gatel-gatel, masuk angin.
- Pikiran-pikiran yang “kotor”?
- Seolah-olah meningkatkan daya-tarik seseorang (susuk kecantikan / daya tarik).
- Masuk ke dalam alam mimpi kita, dengan tujuan-tujuan tertentu.
Dll.

Bergaul dengan pande besi kita akan bau angus, bergaul dengan tukang parfum kita akan bau wangi. Begitu pula bila kita bergaul dengan jin, maka perilaku kita akan seperti Jin. Tidak manusiawi lagi.

Seorang balita yang hidup dilingkungan (rumah) yang dihuni jin jahat maka perilakunya akan sangat jelek. Believe it or not.

Khadam Jin
Khodam bisa diartikan sebagai pengawal (katanya). Menurut pemahaman saya, semua khodam itu berasal dari bangsa jin (dan dari turunan Iblis). Ada yang berpendapat bahwa khodam juga bisa berasal dari malaikat. Tetapi saya berpendapat bahwa khodam dari jenis malaikat itu TIDAK ADA. Mana ada malaikat keluyuran dimuka bumi ini? Apalagi “ngikut” terus pada seseorang?

Coba lihat firman Allah berikut:
[QS 17:95] ”Katakanlah: “kalau seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni bumi, niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka malaikat menjadi rasul”.

Allah saja berfirman: andaikan.. seandainya.. artinya ya.. tidak ada malaikat yang berjalan-jalan dibuka bumi ini, apalagi mengawal seseorang.. Sangat jelas. Malaikat yang secara default bertugas mengawasi dan mencatat seluruh amal baik-buruk kita (Rokhid dan Atidz?) tidak bisa dikatakan sebagai khodam, mereka tidak ada dibumi ini melainkan di langitnya sendiri.

Malaikat akan turun ke langit bumi sesuai dengan SP (surat perintah) dari Allah SWT, dan segera setelah tugas dilaksanakan mereka akan kembali ke dunianya sendiri.

Lebih lanjut soal khodam jin, yang mau jadi khodam itu bisaanya jin yang nggak punya kerjaan. Jin yang ’muthmainnah’ bisaanya sibuk dengan dzikrullah, ndak punya waktu untuk urusan ’fulus’ apalagi untuk mbuang waktu..

Khadam (Jin), bisa memunculkan pengaruh terhadap aspek psikologis. Lebih emosional, lebih terdorong oleh motivasi nafsu dan kepentingan diri sendiri. Cenderung sombong, egois tidak mau kalah, merasa hebat, dan tidak mencerminkan nuansa "cahaya ruhani" dalam tindakan dan ucapannya. Kalaupun ada, ucapan-ucapan berbau ruhaniah itu hanya sebagai bungkus saja.

Jin Muslim
Jin ada yang beragama, ada juga yang tidak. Ada yang beriman, ada yang tidak. Apakah Jin muslim itu selalu baik? Tegas saya jawab: TIDAK. Kadar (tingkat) kemusliman jin itu sama halnya pada manusia. Ada yang Cuma Islam KTP doang, ada yang mualaf, ada yang ilmu agamanya tinggi / rendah dan sebagainya. Jadi bukan jaminan bahwa Jin muslim akan berperilaku baik. Mereka juga memiliki nafsu dan ego.



Persinggungan Setan dan Manusia

Setan
Jin yang bersifat ‘kesetan-setanan’ bisaa disebut dengan energi negatif, energi jahat, dsb. Dan memang susah membedakan mana yang setan dan mana yang bukan. Akan lebih susah membedakan KALAU KITA SEGOLONGAN. Dengan segolongan, kita merasa senasib-sepenanggungan, satu frekwensi. Tidak ada perbedaan.

Sebetulnya sangat mudah membedakan mana jin yang jahat dengan jin yang baik. Mana jin yang bersinar mana jin yang suram, mana jin yang negative mana yang positif. Jika kita sama-sama negative dengan mereka, atau lebih negative disbanding mereka, maka akan sulit bagi kita untuk mengatakan bahwa jin tersebut bersifat negative.

(Mungkin) Itulah maka Allah menyatakan dalam firman NYA: ‘setan itu musuhmu yang nyata’.
[QS 2.168] Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

[Bagi yang mengatakan mereka (setan) bukan musuh, tapi temen.. ya.. monggo2 saja.. Ini kan negara demokrasi. Nggak bisa dipekso-pekso.. It is a free choice].

Dendam (Permusuhan) Setan Yang Mendarah-daging & Sampai Akhir Jaman
Permusuhan Yang Sangat Serius
[QS 7:16] iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

Sampai Akhir Jaman
[QS 15:39]. iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

[QS 17:62]. Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil".


Setiap Saat Setiap Detik, Sepanjang Hidup Manusia
Gangguan dari setan bersifat rutin dan pasti.
Anda bisa mengusir mereka dan mereka akan pergi. Anda bisa menangkap dan membuang mereka. Namun detik berikutnya akan digantikan oleh setan lain.
Hilang satu datang satu. Setan kepala kambing akan muncul setiap saat. Jika kita usir maka ia akan datang lagi dan datang lagi.. bergantian ataupun setan yang sama. Cara ampuh dan mudah agar setan tidak nongol lagi-nongol lagi adalah: dzikrullah secara terus-menerus, baik dilisankan maupun dalam hati. Insya Allah setan tidak akan muncul mengganggu. Sedangkan Jinno tetap bisa nongol terus walau kita ’ndrindil’ berdzikir.. apalagi yang tidak bersifat negatif. Bukankah jinpun berkewajiban untuk beribadah kepada Allah?

Apabila anda merasa (dari dalam hati anda), pingin mengumpat, memaki, menyumpah, marah: cegahlah dengan keras. Why? Karena bisaanya itu adalah dorongan setan, ulah setan yang ingin memperburuk situasi sekaligus mengotori qolbu kita.
Dalam hal ini cegahlah dengan sabar dan dzikir.

Dengan Segala Cara, Taktik dan Strategi
[QS 17:64] Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.

[QS 7:202] Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).

[QS 8:48] Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.

Emosi kita dicoba untuk selalu dibangkitkan, tekanan akan terasa diatas dada dan leher depan kita.

[QS 2:169] Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.

Adakalanya ada suara-suara yang nimbrung dalam hati, yang mencoba menggoyahkan akidah akhlak kita. Jadi, hendaknya bisa memilah suara-suara (bisikan) tersebut. Benarkah itu murni suara hati kita? Karena ternyata tidak selalu suara (bisikan) yang bersifat positif itu dari hati kita, bisa jadi itu jebakan setan. Suatu saat, mereka mengganggu tidak dari jarak dekat, mereka ambil jarak agar kehadiran mereka, energi mereka, tidak meng’alert kita.


Cara Melawan Setan Kepala Kambing
Berbeda dengan jinno, setan kepala kambing sangat mudah masuk kedalam tubuh orang yang bersinar terang, terlebih saat orang tersebut sedang berada pada level emosi dan nafsu yang tinggi (negative).
Itulah salah satu cara (pintu) yang paling mudah bagi mereka untuk menguasai fisik dan jiwa seseorang. Bila orang tersebut sedang tenang (tidak lagi memturutkan nafsu dan emosi) maka mereka akan mencoba membangkitkannya dengan cara berdiri nempel-dekat dibelakang/depan tubuh. Kalo udah gini, pikiran akan menjadi cem-macem, nafsu & emosi akan naik “tiba-tiba”. Dan masuklah ia ke tubuh orang tersebut.
Jika ketahuan dan bisa kita usir, mereka akan kabur dengan mentul-mentul (persis kayak cara jalannya kambing), ke langit energi diatas terus menghilang lenyap dari pandangan. Berbeda dengan kaburnya Jinno yang “kabur” secara mendatar, dalam dimensi langit yang tetap sama.
Menangkap setan kepala kambing jauh lebih susah (ato sayanya kali’ ya yang nggak bisa?), disbanding nangkep Jinno yang relatif gampang.

Setan kepala kambing tidak bias dijangkau dengan kekuatan tenaga dalam kita ataupun dengan kekuatan pikiran kita. Mereka bias dengan mudah “out of reach” pikiran kita. Cara yang paling ampuh untuk melawan setan kepala kambing adalah dengan meminta bantuan dan berlindunglah kepada Allah.

[QS 7:200] Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Cara yang saya lakukan cukup mudah, dengan berdoa sebagai berikut:

Allahuakbar…. 3X
Ya Allah, Ya Rohman Ya Rohiim
Aku memohon kekuatan dan perlindungan dariMU Ya Allah, dari setan yang menggangguku ini.
Ya Allah, tiada daya dan kekuatanku kecuali daya dan kekuatanMU.
Subhannarobbiyal a’la…
Subhannarobbiyal a’la…
Subhannarobbiyal a’la…
(baca secukupnya)

Doa ini harus diucapkan dengan serius kepada Allah Yang Maha Dekat, focus, khusuk, penuh penghayatan, pikiran nggak boleh “tolah-toleh”.
Sambil membaca: Subhannarobbiyal a’la berulang-ulang dengan perlahan (khusuk), rasakan atau bayangkan jiwa kita membumbung tinggi melebihi ketinggian alam energi.
Narasi doa dan asma Allah yang dibaca bias anda sesuaikan. Yang penting hakikatnya adalah memohon pertolongan Allah Yang Maha Perkasa
Insya Allah berhasil, setan akan kabur atau hancur. Tentunya Term and Condition Applied.. J

Setan adalah musuh kita, maka tidaklah dosa bagi kita untuk menghancurkan mereka.

Kita Harus Selalu Sadar
Tekan habis emosi dan nafsu Anda, jangan biarkan mereka masuk melalui pintu-pintu ini.
Untuk itu hendaknya selalu inget kepada Allah, mohon diberi kesabaran, perlindungan, dijauhkan dari gangguan setan,
Perbanyak dzikir, dan secara rutin bacalah ayat kursi serta bacaan-bacaan ayat suci lain yang diyakini dapat menghalau mereka.
Jangan ladeni mereka berkomunikasi, jangan biarkan mereka bersuara dihati kita.

[QS 34:20] Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.

[QS 34:21] Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

[QS 2:208] Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.


Siapakah Iblis
Konon Iblis dulunya adalah jin yang memiliki tingkat kedudukan spiritual yang tinggi, sehingga dapat duduk dan disejajarkan dengan para malaikat.

Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. (QS. 20:116)

Namun karena kesombongannya, keangkuhannya, mbalelo saat diperintah Allah untuk sujud pada Adam,

iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". (QS. 38:76)

ia dikutuk Allah sampai hari pembalasan.


Mencapai Kesempurnaan Jiwa
Pernah saya baca suatu artikel tentang kesempurnaan ini, dan kayaknya perlu saya kutip sebagai berikut:

”Kesempurnaan yang sesungguhnya, tidak dicapai diluar jalan yang lurus. Cerita kesempurnaan yang diraih orang yang jauh dari kebenaran adalah salah satu godaan iblis yang membuat kesempurnaan ilusif”.

Saya sependapat dengan pernyataan tersebut. Hal tersebut akan semakin berbahaya ketika penyimpangan menjadi semakin nyata, penyimpangan dari syariat yang ada. So, Keep In Track.

[QS 7.27] Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

[QS 7.30] Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.

Siapa yang bisa tahu persis maksud penampakan, bisikan, messege, dari jin kepada kita?. Sangat, amat jarang. So, paling aman adalah tidak perlu percaya dengan segala perilaku mereka. Anjuran No Talk, No Ask, dan No Bother, sangat bagus untuk dilakukan hingga iman anda benar-benar mantap. Atau dengan tegas, sama sekali tiak perlu komunikasi. Seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS yang tidak meminta pertolongan kepada selain Allah, even kepada seorang malaikat yang menawarkan bantuannya.

Demikian share saya tentang jin dan setan, yang tentu saja masih banyak yang saya belum paham, juga banyak kesalahannya. Mudah-mudahan bermanfaat. Waallahua’alm.

Salam
Kang Abet
--O--

Tidak ada komentar: