Teka-Teki Datangnya Lailatul Qadar


Teka-teki? Ya. Karena selama ini kita.. eh saya selalu bertanya-tanya, kapan datangnya lailatul qadr itu? Bila berkenan, saya coba untuk menambah ’ruwetnya’ pemahaman anda dengan ilmu kirata – kira-kira saya aja, berikut.

Ibarat rally, puasa ramadhan yang berlangsung selama 29 – 30 hari, dibagi ke dalam 3 Etape. Menurut pak ustadz, setiap etape berlangsung selama 10 hari. Sepuluh hari pertama adalah Etape Rahmat, sepuluh hari kedua Etape Ampunan alias Maghfiroh dan sepuluh hari terakhir adalah Etape Terbebas Dari Neraka.

Seperti juga dalam dunia Rally, peserta yang bisa mengikuti Etape-3, etape Lailatul Qadr, adalah perally yang ikut dan lolos dari etape 1 dan 2. Pe-rally yang gugur di etape 1 dan 2 tidak bisa melanjutkan etape ke-3 ini, kalaupun ngotot mau mengikuti etape-3 tidak akan mungkin jadi pemenang.

Tapi ternyata Rally Ramadhan ini unik. Hari dikibarkannya bendera Start Rally berbeda-beda, ada yang berpuasa satu hari lebih awal sesuai perhitungan kelompok, organisasi, kepercayaan, masing-masing. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap perhitungan malam-ganjil dan malam-genap hari berpuasa. Padahal seperti informasi yang telah kita terima: Malam Qadr terjadi dimalam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan.

Faktor lain yang membuat Start-Rally berbeda-beda adalah ’gara-gara’ Planet Bumi yang berbentuk bulat kayak bola. Karena bulat dan berrotasi pada sumbu utara-selatan, maka terjadilah perbedaan waktu antara satu tempat dengan tempat lainnya. Perbedaan waktu antara kita yang berada di Indonesia dengan yang berada di benua Amerika adalah 12 jam. Jika kita sekarang ini jam 02.00 dini hari, maka di Amrik sono sedang jam 14.00. Jadi bila kita sedang mendapatkan Malam Qadr, tentunya saudara muslim kita di Amerika sono tidak sedang mendapatkan Siang Qadr bukan?.

Jika hari dimulainya puasa berbeda-beda, demikian pula waktu (jam) nya, bisa-jadi waktu dan hari datangnya Lailatul Qadr juga berbeda-beda untuk setiap orang. Malam-genapnya saya bisa jadi adalah malem-ganjilnya anda. Tidak masalah, semua berhak dan bisa mendapatkannya.

Bisa jadi Malam Qadr tidak terjadi hanya sekali-saja selama ramadhan tetapi terjadi di setiap malam-ganjil di etape-3. Coba rasakan bedanya malam-malam ganjil dengan malam-malam genap di etape-3, atau bedakan dengan malam-malam di etape 1 dan 2, dimulai dari malam ke-19 puasa anda. Lho kok dimulai di malam ke-19? Coba saja.. :-)
Saya pribadi merasakan malam-malam ganjil ke 19, 21, 23, 25, 27 adalah malam-malam yang ’berbeda’. Apakah setiap malam tersebut Lailatul Qadr? Wallahua’lam.

Jika setiap malam-ganjilnya adalah Malam Qadr, yang pahalanya senilai dengan beribadah seribu bulan lamanya, coba ’hitung’ berapa banyak total ’pahala’ yang kita peroleh jika kita bisa mendapatkan 5 Malam Qadr berturut-turut?. Apa salahnya untuk selalu bersiap?

Malam Qadr sesuai dengan info yang kita terima, memang terjadi di malam-malam ganjil, TETAPI bukan berarti malam-malam genapnya bisa kita abaikan dengan mengendorkan ibadah kita. Ibadah harus tetap sama kencengnya. Ibarat Stairway To Kesempurnaan, jika undak-undakannya bolong satu, maka tak mungkin nyampe ke undakan yang lebih tinggi bukan?... Jadi, Ayoo tetep gas polll... eh sudah nggak ramadhan lagi ya?? :-0

Apa rasanya mendapat Malam Qadr? Sepanjang eh sependek yang saya tahu (andai benar itu berkah Malam Qadr), malam Qadr dirasakan berbeda-beda antara satu orang dengan orang yang lain, tergantung ’sensitivitas’ masing-masing.
Ketika Malaikat-malaikat dan Ruh berbondong-bondong ’turun’ menyambangi, membersihkan qalbu dan menyiapkan jiwa insan yang memenuhi syarat, yang khusuk serius beribadah, maka bergetarlah jiwanya, hatinya, tubuhnya.
Jika telah mendapatkan Lailatul Qadr selama 4 kali berturut-turut maka di malam ganjil ke-27 insya Allah akan mendapatkan Cahaya Anugerah dari Yang Maha Kuasa. Maka simpanlah cahaya itu di dalam diri dan berdoa:

Allahu Akbar (7X).
Ya Allah..Ampuni hamba.. (5X).
Hanya kepada Mu
hamba menyembah dan bersujud.
Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Sempurnakan ibadah hamba. Sempurnakan iman hamba
Mohon karunia kepada hamba dan temukan hamba dengan ramadhan berikutnya.
Ya Allah, Tiada pada hamba daya dan kekuatan kecuali daya dan kekuatan Engkau.
Ya Allah Ya Tuhan kami, sampaikan salam hamba kepada Nabi Besar junjungan hamba, Muhammad Sallalahu alaihi wasalam, juga untuk seluruh keluarganya.
Sampaikan salam rindu hamba padanya.
Ya Allah, Terimalah sujud syukur hamba..


Itulah Puncak Perhelatan Ramadhan. Meraih Kemenangan. Back to fitri.

Orang yang sungguh-sungguh mengharapkan perjumpaan dengan-NYA, tentulah tidak akan men-sia-sia-kan bulan special penuh Rahmat, Ampunan dan Nikmat ini. Dari awal ketika bendera Start dikibarkan, mereka sudah ”ngebut full-speed” beribadah, tidak ada waktu untuk tengok-kiri tengok-kanan.

Semoga kita masih diberi-NYA waktu untuk bertemu dengan bulan Ramadhan kembali. Amiin Ya Allah.

Selamat Meraih Kemenangan. Selamat Hari Raya Iedul Fitri, 1 Syawal 1430H, Mohon maaf lahir dan bathin atas segala khilaf dan salah.

Salam
Abet

Komentar

Postingan Populer